Be The Best of Whatever You Are
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

Persamaan Differensial Orde 2

PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE 2
    PENGANTAR
Persamaan differensial orde 2 adalah persmaan yang dapat ditulis dalam bentuk:
F(x,y,y^',y^''=0) atau  y^''=f(x,y,y^' )
Untuk persamaan differensial orde 1, y^'=f(x,y), solusinya mempunyai satu buah konstanta. Karena persamaan differensial orde 2 mengandung turunan kedua, maka untyk menentukan solusinya, diperlukan dua kali proses integrasi. Oleh karena itu, solusi persamaan differensial orde 2 akan mempunyai dua buah konstanta.
Secara umum, solusi persamaan differensial orde n akan mempunyai n buah konstanta, karena untuk persamaan differensial orde n diperlukan n kali proses integrasi.
Untuk menentukan solusi tunggal dari persamaan differensial orde 2 diperlukan 2 keadaan khusus, misalnya ditentukan nilai y_0 dan 〖y'〗_0 pada x_0. Kondisi ini dinamakan kondisi awal atau syarat awal.
Teorema: jika fungsi f,f_y'  dan f_z kontinu pada setiap titik (x,y,z) dalam suatu ruang tiga dimensi R(x,y,z), dan jika 〖(x〗_0,y_0, z_0) terletak dalam R, maka y= ϕ(x) adalah solusi tutnggal dari persamaan differensial y^''=f(x,y,y^' ) yang memiliki syarat awal 〖y(x〗_0) = y_0, 〖y'(x〗_0)= 〖y'〗_0
Bentuk umum pesamaan differensial linier orde 2 adalah:
P (d^2 y)/〖dx〗^2 +Q dy/dx+Ry = G(x)……………………………………………………..(1)
Dengan menganggap fungsi P, Q, R dan G kontinu pada interval a<x<β ( beberapa hal -∞<x<+∞) dan fungsi P tidak nol, dan dengan membagi persamaan (1) dengan P, diperoleh:
(d^2 y)/〖dx〗^2 +p(x)  dy/dx+q(x)y=g(x) ………………………………………………(2)
Contoh persamaan differensial orde 2:
    m (d^2 u)/〖dt〗^2 +c du/dt+ku=F(t)
    (1-x^2 )y"-2xy'+a(a+1)y=0
    x^2 y"+xy'+(x^2-v^2)y=0

Teorema: Jika fungsi p, q dan g kontinu pada interval a<x<β, ada satu dan hanya satu fungsi y=f(x) yang memenuhi persamaan differensial:
y^''+p(x) y^'+q(x)y=g(x)
Dan memenuhi syarat awal:
〖y(x〗_0) = y_0, 〖y'(x〗_0)= 〖y'〗_0
Dengan x_0 terletak dalam interval tersebut.
Fungsi y= ϕ(x) dinamakan solusi khusus atau solusi tunggal.

Reduksi Persamaan Differensial Orde 2 Menjadi Persamaan Differensial Orde 1
    Untuk persamaan differensial orde 2 dalam bentuk y”=f(x, y’), substitusikan v = y’, v’ = y”, sehingga persamaan menjadi bentuk pesamaan differensial orde 1.
Contoh:
Tentukan solusi pesamaan differensial berikut:
x^2 y"+2xy'=1,x>0
Jawab:
x^2 y"+2xy'-1=0
Substitusikan v = y’, sehinggga v’ = y”, diperoleh
x^2 v^'+2vx-1=0
Persamaan ini merupakan persamaan differensial orde 1. Dengan metode faktor integrasi, dan membagi persamaan dengan x^2 diperoleh:
v^'+2/x v=1/x^2
Faktor integrasinya: I = e^∫▒〖2/x dx〗=e^2lnx=x^2
Kalikan persamaan dengan faktor integrasi: x^2 v^'+2vx=1
d/dx (x^2 v)=1
x^2 v=∫▒dx+c_1
v=1/x+c_1/x^2
Substitusikan kembali v = y’= dy/dx maka
y = ∫▒vdx
y = ∫▒〖(1/x+c_1/x^2 )dx〗
y = ln⁡〖x-〗  c_1/x+c_2
Jadi solusinya: y = ln⁡〖x-〗  c_1/x+c_2

    Untuk persamaan differensial orde 2 yang mempunyai bentuk y”=(y, y’), jika dimisalkan v = y’ akan diperoleh v’= y” = f(x, y, v) sehingga persamaan tersebut mengandung tiga variabel, yaitu x, y dan v. untuk masalah tersebut, eleminasikan variabel x dengan memperlakukan y sebagai variabel bebas, dan menggunakan aturan berikut:
dv/dx=dv/dy.dy/dx=v dv/dy  sehingga bentuk persamaan menjadi:
v dv/dy=f(y,v) dan dapat diselesaikan dengan v sebagai fungsi y. hubungan antara x dan y adalah dy/dx=v(y).
Contoh:
Tentukan solusi persamaan differensial berikut: y"+y(〖y)〗^2=0
Jawab:
Dengan demikian v=dy/dx dan dv/dx=y"=v dv/dy, diperoleh
v dv/dy+yv^3=0 persamaan sekaang dapat diselesaikan dengan metode pemisahan variabel, sebagai berikut:
v dv/dy+yv^3=0
dv/v^2 =-ydy
Integralkan, diperoleh:
-1/v=-1/2 y^2+c_1

1/v=1/2 y^2-c_1
Substitusikan  kembali v=dy/dx diperoleh:
dx/dy=1/2 y^2-c_1 atau dx = (1/2 y^2-c_1 )dy
Integralkan, diperoleh:

x=1/6 y^3-c_1 x+c_2




    SOLUSI PERSAMAAN DIFFERENSIAL HOMOGEN
Teorema: jika y=y_1 (x)  dan y=y_2 (x)  adalah solusi persamaan differensial homogen L[y]=y”+p(x)y’+q(x)y = 0.
Maka kombinasi linier y = c_1 y_1 (x)+ c_2 y_2 (x) juga merupakan solusi persamaan diatas.
Teorema: Jika fungsi p dan q kontinu pada interval α<x<β, dan jika y_1 dan y_2 adalah solusi pesamaan differensial: L[y]=y”+p(x)y’+q(x)y = 0.
dan memenuhi kondisi: y_1 (x) 〖y'〗_2 (x)-y_2 (x) 〖y'〗_2≠0 untuk setiap titik pada a<x<β, maka setiap solusi persamaan differensial diatas dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier y_1 dan y_2.
Kombinasi linier yang lebih umum ditulis = c_1 y_1+ c_2 y_2 disebut solusi umum pesamaan differensial tersebut.
Teorema: Jika fungsi p dan q kontinu pada interval a<x<β, dan jika y_1 dan y_2 adalah solusi pesamaan differensial: L[y]=y”+p(x)y’+q(x)y = 0.
Solusi persamaan differensial diatas dapat dapat dinyatakan dalam bentuk:
y = c_1 y_1 (x)+ c_2 y_2 (x)
jika W(y_1, y_2) tidak nol. [W(y_1, y_2)≠0].

    KETAKBEBASAN LINIER & WRONSKIAN
Teorema: Jika fungsi p dan q kontinu pada interval a<x<β, dan jika solusi y_1 dan y_2 bebas linier untuk persamaan differensial: L[y]=y”+p(x)y’+q(x)y = 0 maka W(y_1, y_2) tidak nol pada interval α<x<β, sehingga solusi persamaan differensial diatas dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier y_1 dan y_2. Tetapi jika W(y_1, y_2) nol, maka solusi y_1 dan y_2 bergantung linier.

    SOLUSI PERSAMAAN HOMOGEN DENGAN KOEFISIEN LINIER
Pada bagian ini akan dibahas tentang metode untuk menentukan persamaan differensial linier orde 2 dengan koefisien konstan. Perhatikan persamaan differensial berikut:
L[y] = ay” + by’ + cy = 0
           = (aD2 +bD + c) y = 0
Dengan a ≠ 0, b dan c bilangan riil.
Solusi pesamaan differensial: L[y] = ay” + by’ + cy = 0 adalah y= e^rx, dengan r adalah akar-akar persamaan kuadrat, di mana:
r_1,2=(-b±√(b^2-4ac))/2a
Ada tiga kasus dalam menentukan solusi persamaan differensial homogen dengan koefisien konstan, yaitu:
    Kasus b^2-4ac >0
    Kasus b^2-4ac <0
     Kasus b^2-4ac = 0
4.1 Akar-akar Riil dan Tidak Sama
Akar-akar riil dan tidak sama, terjadi jika kasus b^2-4ac>0 yang memberikan dua akar iil dan berbeda r_1dan r_2. Solusi-solusiny adalah e^(r_1 x) dan e^(r_2 x). Karena e^(r_1 x) dan e^(r_2 x) bebas linier, kombonasi linier kedua solusi itu juga merupakan solusi persamaan differensial. Jadi untuk kasus b^2-4ac>0, solusi umum untuk persamaan differensial adalah:
y = c_1 e^(r_1 x) dan c_2 e^(r_2 x)
4.2 Akar-akar Riil dan Sama
Akar-aka riil dan sama terjadi jika b^2-4ac = 0 yang memberrikan dua akar riil dan sama yaitu r_1= r_2= (-b)/2a. Solusi umumnya adalah kombinasi linier e^(-(b/2a)x) dan 〖x.e〗^(-(b/2a)x), yaitu:
y = c_1.e^(-(b/2a)x)+〖c_(2.).x.e〗^(-(b/2a)x)
y = (c_1+〖c_(2.) x)e〗^rx,r= -(b/2a)
4.3 Akar-akar Kompleks
Akar-akar komleks terjadi jika b^2-4ac <0 yang memeberikan dua akar yang bernilai kompleks dalam bentuk λ+ iμ dan λ- iμ, dengan λ dan μ adalah bilangan riil dan i2 = -1.
Solusi umum persamaan differensial jika akar-akar persamaan karakteristik berbentuk bilangan kompleks adalah:
y = 〖c_1.e〗^(λ+ iμ)x+〖c_2.e〗^(λ+ iμ)x
solusi umum persamaan differensial di atas, dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari solusi bernilai riil yaitu:
y = 〖c_1.e〗^λx  cos⁡μx+〖c_2.e〗^λx  sin⁡μx
y = e^λx (c_1  cos⁡μx+c_2  sin⁡μx)

Senin, 20 Mei 2013

Indahnya Matematika

INDAHNYA MATEMATIKA

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Hebatkan?

Coba lihat simetri ini :

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 =
123456789876543 21

Kurang hebat ?

Sekarang lihat ini :

Jika 101% dilihat dari sudut pandangan
Matematika, apakah ia sama dengan 100%,
atau ia LEBIH dari 100%?

Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa
memberi lebih dari 100%, atau kita selalu
dalam situasi dimana seseorang ingin kita
memberi 100% sepenuhnya.

Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika dibawah
ini dapat membantu memberi jawabannya.

Jika ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata "KERJA KERAS" bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 =
99%

H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara
utama untuk mencapai 100% dalam hidup
kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak
ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita
masih belum mencapai 100%.

Tapi," LOVE OF GOD"
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 =
101%
atau, "SAYANG ALLAH"
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8
= 101%
(Artinya Cinta dan Kasih Sayang ALLAH

Rabu, 06 Maret 2013

Permainan Ice Breaking Melatih Konsentrasi

Permainan Ice Breaking Melatih Konsentrasi

susu
Berikut ini ada beberapa pertanyaan sangat mudah yang harus anda jawab dengan cepat.
Baca secara berurutan dan jangan terlalu lama berpikir.
Baiklah, mari kita mulai...
Permainan warna
Uban warnanya...
Awan warnanya...
Tisu warnanya...
Sapi minumnya...
Kalau anda menjawab susu berarti anda kurang konsentrasi.
Sapi minumnya air.

Oke, lanjut.
Konsentrasi...
Rambut warnanya...
Arang warnanya...
Aspal warnanya...
Kelelawar tidur di waktu...
Kalau anda menjawab malam maka anda masih belum konsentrasi.
Kelelawar tidur di waktu siang.

Sekali lagi ya...
Konsentrasi...
Cendol warnanya...
Lumut warnanya...
Daun warnanya...

Harimau makannya...
Ada yang masih menjawab rumput?
:) 
 
sumber: http://matematrick.blogspot.com/2012/11/permainan-ice-breaking-melatih.html